Bandung - Tahun 2008, sebuah alat musik yang terbuat dari bambu bernama Karinding mulai booming di Bandung. Karena itu, banyak orang-orang yang ingin mempelajari alat musik yang terbilang unik tersebut.
Sampai akhirnya, Kimung dan teman-temannya yang juga tertarik dengan Karinding ini mendirikan Kelas Karinding yang digelar di Common Room, Jalan Kiyai Gede Utama.
"Kelas karinding pertama kali dibuka tahun 2008. Namun untuk mengeluarkan silabus dan kurikulum pengajaran, baru pada tahun 2010," kata Kimung kepada detikbandung.
Di kelas karinding, diajarkan dasar atau pakem dan pengembangan alat musik tersebut. Pakem yang dipakai di kelas karinding adalah pakem Maestro Karinding, Abah Olot (46).
"Kita di sini lebih ke pengembangan karinding tersebut yang bisa dikolaborasikan dengan alat musik lain. Tapi sebelum ke situ (kolaborasi) harus tahu pakem-pakemnya dulu," jelas Kimung.
Jika sudah paham pakem dari alat musik khas tatar sunda ini, bisa dikembangkan menjadi musik aliran pop, blus dan lain sebagainya.
Yang diajarkan di kelas karinding, selain karindingnya sendiri, yakni Celempung Bambu, Toleat, Suling, Goong Tiup, Jigaridu, Kohkol, Kacapi, dan Kendang.
"Tapi kacapi dan kendang tidak menjadi fokus kita," imbuh kimung.
Untuk bisa menguasai Karinding waktu yang diperlukan kurang lebih dua sampai tiga bulan. Tapi untuk lebih mahir dan bereksplorasi bisa sampai enam bulan bahkan satu tahun.
"Tapi kalau cuma nabeuh mah sih dua hari juga bisa," kata Kimung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar